MAKALAH
PERTAMBANGAN
Di
Susun oleh :
Nama
: Muhammad Adika Wiguno
NPM
: 14415456
Kelas
: 2IB01
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS
GUNADARMA
DEPOK
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat, Hidayah dan Karunia-nya sehingga saya
dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah
ini, saya akan membahas mengenai “Pertambangan”.
Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Andi
Asnur Pranata selaku dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah
yang telah memberikan tugas ini. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan
yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saran serta kritik yang dapat
membangun dari pembaca sangat saya harapkan guna penyempurnaan pada makalah
selanjutnya.
Harapan saya semoga makalah ini bisa membantu
menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya
dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik.
Demikian makalah ini saya buat, semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Depok, 30
November 2016
Muhammad Adika
Wiguno
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………………............................i
Daftar
Isi………………………………………………………………..................................ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang…………………………………………………..
.....................................1
1.2 Maksud
dan Tujuan………………………………………………....................................2
1.3 Ruang
Lingkup Masalah…………………………………..............................……… .....2
BAB II Pembahasan
2.1
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan
Energi.........................3
2.2 Cara
Pengelolaan Pembangunan
Pertambangan...............................................................4
2.3
Kecelakaan di
Pertambangan............................................................................................7
2.4
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit
yang Mungkin
Timbul...............................................................................................................9
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………...........................14
3.2
Saran………………………………....………………………….....................................14
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1)
Latar Belakang
Pertambahan penduduk yang cepat mempunyai implikasi
pada berbagai bidang. Bertambahnya penduduk yang cepat ini mengakibatkan
tekanan pada sektor penyediaan fasilitas tenaga kerja yang tidak mungkin dapat
ditampung dari sektor pertanian. Maka untuk perluasan kesempatan kerja, sektor
industri perlu ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas.peningkatan
secara bertahap di berbagai bidang industri akan menyebabkan secara
berangsur-angsur tidak akan lagitergantung kepada hasil prodiksi luar negeri
dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Paradigma pertumbuhan ekonomi yang dianut oleh
pemerintah Indonesia memandang segala kekayaan alam yang terkandung di bumi
Indonesia sebagai modal untuk menambah pendapatan negara. Sayangnya, hal ini
dilakukan secara eksploitatif dan dalam skalayang masif Sampai saat ini, tidak
kurang dari 30% wilayah daratan Indonesia sudah dialokasikan bagi operasi
pertambangan, yang meliputi baik pertambangan mineral, batubara maupun
pertambangan minyak dan gas bumi. Tidak jarang wilayah-wilayah konsesi
pertambangan tersebut tumpang tindih dengan wilayah hutan yang kaya dengan
keanekaragaman hayati dan juga wilayah-wilayah hidup masyarakat adat.
Sumber daya mineral seperti timbah putih, emas,
nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi dan Iain-lain merupakan sumber daya
alam yang tak terbaharui atau nonrenewable resource, artinya sekali bahan
galian ini dikeruk, maka tidak akan dapat pulih atau kembali ke keadaan semula.
Oleh karenanya, pemanfaatan sumberdaya mineral ini haruslah dilakukan secara
bijaksana dan haruslah dipandang sebagai aset alam sehingga pengelolaannyapun
harus juga mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang. Perkembangan
pertambangan di Indonesia dalam 25 tahun terakhir mengalami peningkatan begitu
pesat, meskipun tradisi pertambangan masih baru tumbuh dan belum berakar di
masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang matang pada setiap
pembangunan industri agar dapat diperhitungkan sebelumnya segala pengaru
aktifitas pembangunan industri tersebut terhadap lingkungan yang lebih luas.
2) Maksud
dan Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
a.
Mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada dalam lingkungan
pertambangan
b.
Mengetahui cara mengelola pembangunan pertambangan yang benar dan baik
sesuai prosedur yang ada
c. Mengetahui
langkah-langkah penanggulangan kecelakaan dalam pertambangan
d. Serta
mengetahui cara menjaga lingkungan pertambangan dengan baik agart tidak
menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan
3)
Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup masalah yang akan dibahas pada
makalah kali ini sebagai berikut:
a.
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
b. Cara
Pengelolaan Pembangunan Pertambangan
c.
Kecelakaan di Pertambangan
d.
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit
yang Mungkin Timbul
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Permasalahan Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
Masalah-masalah lingkungan dalam pembangunan lahan
pertambangan dapat dijelaskan dalam berbagai macam hal. Berikut ini adalah
maslah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan:
a. Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia
terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi, logam-logam mineral
antara lain seperti timah putih, emas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi,
belerang, dan lain-lain dan bahan-bahan organik seperti batubara, batu-batu
berharga seperti intan, dan lain- lain.
b. Pembangunan dan pengelolaan pertambangan perlu
diserasikan dengan bidang energi dan bahan bakar serta dengan pengolahan
wilayah, disertai dengan peningkatan pengawasan yang menyeluruh.
c. Pengembangan dan pemanfaatan energi perlu secara
bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam
negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang.
Sebab minyak bumi sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus
meningkat, sedangkan jumlah persediaannya terbatas. Karena itu perlu adanya
pengembangan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga
air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, tenaga nuklir, dan sebagainya.
d. Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan
pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik, faktor
biologis. Pencemaran lingkungan ini biasanya lebih dari pada diluar
pertambangan. Keadaan tanah, air dan udara setempat di tambang mempunyai
pengarhu yang timbal balik dengan lingkunganya. Sebagai contoh misalnya
pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh keaneka ragaman udara,
pencemaran oleh tekanan panas tergantung keadaan suhu, kelembaban dan aliran
udara setempat.
e. Melihat ruang lingkup pembangunan pertambangan
yang sangat luas, yaitu mulai dari pemetaan, eksplorasi, eksploitasi sumber
energi dan mineral serta penelitian deposit bahan galian, pengolahan hasil
tambang dan mungkin sampai penggunaan bahan tambang yang mengakibatkan gangguan
pad lingkungan, maka perlua adanya perhatian dan pengendalian terhadap bahaya
pencemaran lingkungan dan perubahan keseimbangan ekosistem, agar sektor yang
sangat vital untuk pembangunan ini dapat dipertahankan kelestariannya.
f. Dalam pertambangan dan pengolahan minyak bumi
misalnya mulai eksplorasi, eksploitasi, produksi, pemurnian, pengolahan,
pengangkutan, serta kemudian menjualnyatidak lepas dari bahaya seperti bahaya kebakaran,
pengotoran terhadap lingkungan oleh bahan-bahan minyak yang mengakibatkan
kerusakan flora dan fauna, pencemaran akibat penggunaan bahan-bahan kimia dan
keluarnya gas-gas/uap-uap ke udara pada proses pemurnian dan pengolahan.
Rangka menghindari terjadinya kecelakaan pencemaran
lingkungan dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu berada di lingkungan
pertambangan ataupun berada diluar lingkungan pertambangan, maka perlu adanya
pengawasan lingkungan terhadap:
1. Cara
pengolahan pembangunan dan pertambangan.
2.
Kecelakaan pertambangan.
3.
Penyehatan lingkungan pertambangan.
4.
Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul
2.2 Cara
Pengelolaan Pembangunan Pertambangan
Sumber daya bumi di bidang pertambangan harus dikembangkan
semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Maka perlu adanya survey dan
evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang
besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
Penggunaan ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka
meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk memperhitungkan sebelumnya
pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam
lingkungan yang lebih luas.
Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik local
maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan
pembangunan pertambangan, dan sedapatnya evaluasi sehingga segala kerusakan
akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindari atau dikurangi, sebab melindungi
ekosistem lebih mudah daripada memperbaikinya. Dalam pemanfaatan sumber daya
pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengolahan dan penggunaanya harus
hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus
tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan ini.
2.3
Kecelakaan di Pertambangan
Sekecil apapun kegiatan yang dapat mengakibatkan
kecelakaan harus diminimalisir. Bahaya-bahaya lain yang harus dikontrol untuk
mencegah kecelakaan, yaitu:
1. Bahaya
pada peralatan yang :
a) tidak
sesuai dan tidak memenuhi syarat
b) tidak
aman
c) tidak
tertutup tidak dilindungi.
2. Bahaya
lingkungan :
a) becek,
licin
b) kurang
penerangan
c) berdebu,
mengandung gas beracun,
d)
instabilitas lapisan batuan (longsor, runtuhnya bench atau berm),
3. Bahaya
pekerja :
a) tidak
memakai APD (alat pelindung diri)
b) tidak
memperhatikan petunjuk
c) tidak
peduli K3.
4. Bahaya
kebakaran :
a) proses
swabakar batubara,
b) ledakan
debu batubara,
c) ledakan
gas methan,
d) ledakan
debu batubara dan gas methan,
e) hubungan
pendek arus listrik (koursleting).
2.4
Penyehatan Lingkungan Pertambangan, Pencemaran dan Penyakit-penyakit
yang Mungkin Timbul
Upaya yang dilakukan dengan berbagai metode seperti
ameliorasi, penggunaan bahan organik, penggunaan mikroorganisme, dan penanaman
covercrop.
1.
Ameliorasi/remediasi lahan
Upaya pemberian masukan berupa kapur atau bahan
organik ke atas permukaan lahan atau ke dalam lubang tanam dengan tujuan untuk
memperbaiki sifatfisika, kimiawi dan biologi tanah. Ameliorasi Memiliki manfaat
sebagai berikut:
a)
Meningkatkan pH tanah sehingga mendekatinetral
b) Menambah
unsur Ca dan Mg
c) Menambah
ketersediaan unsur hara, contohN,P
d)
Mengurangi keracunan Al, Fe dan Mn
e)
Memperbaiki kehidupan mikroorganisme.
2.
Penggunaan Bahan Organik
Bahan organik adalah kumpulan beragam
senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses
dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa
anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan
ototrofik yang terlibat dan berada didalamnya. Penggunaan bahan organik
memiliki manfaat sebagai berikut:
a) Stimulan
terhadap granulasi tanah,
b)
Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah,
c)
Meningkatkan daya tanah menahan air sehingga drainase tidak berlebihan,
kelembaban dan temperatur tanah menjadi stabil,
d)
Menetralisir daya rusak butir-butir hujan,
e)
Menghambat erosi.
3.
Penanaman Cover Crop
Tanaman kacang-kacangan penutup tanah/ Cover Crop
adalah setiap tanaman tahunan, dua tahunan, atau tahunan tumbuh sebagai
monokultur (satu jenis tanaman tumbuh bersama-sama) atau polikultur (beberapa
jenis tanaman tumbuh bersama-sama), untuk memperbaiki berbagai kondisi yang
terkait dengan pertanian berkelanjutan. Penggunaan Cover Crop memiliki manfaat
sebagai berikut:
a)
Mengelola kesuburan tanah
b)
Memperbaiki kualitas tanah
c)
Memperbaiki kualitas air
4.
Pemanfaatan Mikroorganisme
Fungi atau jamur merupakan salah satu mikroorganisme
yang secara umum mendominasi (hidup) dalam ekosistem tanah. Mikroorganisme ini
dicirikan dengan miselium berbenang yang tersusun dari hifa individual. Saat
ini beberapa jenis fungi telah dimanfaatkan untuk mengembalikan
kualitas/kesuburan tanah. Hal ini karena secara umum fungi mampu menguraikan
bahan organik dan membantu proses mineralisasi di dalam tanah, sehingga mineral
yang dilepas akan diambil oleh tanaman.
Penambangan dapat menyebabkan kecelakaan-kecelakaan
yang serius seperti kebakaran-kebakaran, ledakan-ledakan, atau lorong-lorong
galian yang rubuh yang dapat menimbulkan dampak pada orang-orang yang bermukim
di komunitas sekitar tambang.Dampak dan bahaya yang mengancam kesehatan masih
juga dirasakan di tempat-tempat bekas daerah yang pernah ditambang, karena
orang-orang dapat terpapar limbah tambang dan bahan-bahan kimia yang masih
melekat di tanah dan di air.Pertambangan mengancam kesehatan dengan berbagai
cara:
1. Debu,
tumpahan bahan kimia, asap-asap yang beracun, logam- logam berat dan radiasi
dapat meracuni penambang dan menyebabkan gangguan kesehatan sepanjang hidup
mereka. Kerusakan paru-paru yang diakibatkan debu dari batuan dan mineral
adalah suatu masalah kesehatan yang banyak ditemukan. Debu yang paling
berbahaya datang dari batubara, yang menyebabkan penyakit paru-paru hitam
(black lung diseases).Di samping itu debu dari silika menyebabkan silikosis
(silicosis) Gejala-gejala paru-paru yang rusak. Debu dari pertambangan dapat
membuat sulit bernapas.Jumlah debu yang banyak menyebabkan paru-paru dipenuhi
cairan dan membengkak.
Tanda-tanda dari kerusakan paru-paru akibat terpapar
debu antara lain:
a) napas
pendek, batuk-batuk, napas yang berdesah
b) batuk-batuk
yang mengeluarkan dahak kuning atau
hijau (lendir dari paru-paru)
c) sakit
leher
d) kulit
membiru dekat kuping atau bibir
e) sakit
dada
f) tidak
ada nafsu makan
g) rasa
lelah
2. Mengangkat peralatan berat dan bekerja dengan
posisi tubuh yang janggal dapat menyebabkan luka-luka pada tangan, kaki, dan
punggung.
3. Penggunaan bor batu dan mesin-mesin vibrasi dapat
menyebabkan kerusakan pada urat syaraf serta peredaran darah, dan dapat
menimbulkan kehilangan rasa, kemudian jika ada infeksi yang sangat berbahaya
seperti gangrene, bisa mengakibatkan kematian.
4. Bunyi yang keras dan konstan dari peralatan dapat
menyebabkan masalah pendengaran, termasuk kehilangan pendengaran.
5. Jam kerja yang lama di bawah tanah dengan cahaya
yang redup dapat merusak penglihatan.
6. Bekerja di kondisi yang panas terik tanpa minum
air yang cukup dapat menyebabkan stres kepanasan.Gejala-gejala dari stres
kepanasan berupa pusing-pusing, lemah, dan detak jantung yang cepat, kehausan
yang sangat, dan jatuh pingsan.
7. Pencemaran air dan penggunaan sumberdaya air
berlebihan dapat menyebabkan banyak masalah-masalah kesehatan
8. Lahan dan tanah menjadi rusak, menyebabkan
kesulitan pangan dan kelaparan
9. Pencemaran udara dari pembangkit listrik dan
pabrik-pabrik peleburan yang dibangun dekat dengan daerah pertambangan dapat
menyebabkan penyakit-penyakit yang serius
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kegiatan pertambangan membawa dampak buruk bagi
lingkungan perairan akibat penggunaan senyawa logam berat merkuri (Hg). Merkuri
dapat terakumulasi dalam tubuh organisme yang hidup di perairan dan bersifat
toksik atau mematikan pada konsentrasi tertentu. Selain itu pencemaran
lingkungan perairan akibat kegiatan pertambangan secara nyata berpengaruh
terhadap perekonomian nelayan. Merkuri yang mencemari perairan berpotensi
menurunkan kualitas dan produktifitas perairan sehingga mengurangi hasil
tangkapan nelayan. Solusi untuk mengatasi dampak pencemaran perairan oleh
kegiatan penambangan terbagi dari sisi ekologi dan ekonomi. Dari sisi ekologi
berupa pembangunan bendungan serta Instalasi Pengolah Limbah (IPAL). Sedangkan
dari sisi ekonomi, khususnya bagi nelayan, dapat dilakukan dengan penerapan
strategi pertahanan hidup substitutif.
3.2 Saran
Kegiatan pertambangan di Indonesia harus dipantau
secara ketat untuk menghindari adanya penambangan ilegal yang seringkali
mengabaikan dampak negatif yang timbul pascapenambangan. Setiap industri
penambangan perlu melakukan recovery terhadap lingkungan pada tahap pascaoperasi
kegiatan penambangan agar dampak yang merugikan dapat ditekan.
Daftar Pustaka


0 Responses so far.
Posting Komentar